Usai Dilantik, Komisaris Baru Bank NTT Bidik Penguatan Kinerja dan Pengawasan

Komisaris Independen Bank NTT, Flory Rita Wuisan. (Foto: Melki/Proletar.id)

Proletar.id, Kupang - Dewan Komisaris baru PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) mulai menyiapkan agenda pengawasan dan konsolidasi internal untuk memperkuat kinerja perseroan menjelang akhir tahun 2026.

Komisaris Independen Bank NTT, Flory Rita Wuisan, mengatakan pihaknya akan segera mengadakan pertemuan internal guna menyusun rencana kerja setelah resmi dilantik pada Senin, 26 Oktober 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan fungsi pengawasan berjalan efektif sekaligus mendorong koordinasi yang lebih kuat antara Dewan Komisaris, direksi, dan para pemegang saham.

“Langkah awal yang akan kami lakukan adalah segera duduk bersama dalam satu hingga dua hari ke depan untuk mengonsolidasikan dan menyusun rencana kerja,” ujar Flory Rita Wuisan kepada Proletar.id.

Menurut Flory, konsolidasi internal menjadi agenda awal yang penting agar Dewan Komisaris dapat segera menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, terutama dalam mengawal arah kebijakan serta kinerja manajemen bank daerah tersebut.

Setelah konsolidasi, Dewan Komisaris juga merencanakan koordinasi dengan jajaran direksi dan para pemegang saham Bank NTT, baik pemegang saham Seri A maupun Seri B melibatkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur serta para bupati dan wali kota se-NTT. 

Keterlibatan para pemegang saham dinilai penting mengingat Bank NTT memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah dan menggerakkan perekonomian masyarakat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.

Di tengah sisa waktu tahun anggaran 2026 yang kurang dari dua bulan, percepatan penyusunan agenda kerja menjadi salah satu tantangan awal bagi jajaran komisaris yang baru dilantik.

"Walaupun sekarang tahun anggarannya tinggal 2 bulan, tetapi kami akan duduk bersama. Tentunya kita punya target-target yang harus kita tetapkan untuk jalankan tugas ini", ujarnya. 

Dewan Komisaris diharapkan mampu menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat secara optimal agar kebijakan perusahaan tetap sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Sementara itu, Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menyebut kelengkapan struktur organisasi, baik pada jajaran eksekutif maupun pengawasan, merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola dan menjaga kesehatan operasional perusahaan.

“Kehadiran struktur dan personalia yang lengkap akan semakin memperkuat fondasi tata kelola kami,” kata Charlie.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah sebagai pemegang saham sekaligus mitra strategis Bank NTT.

Menurut Charlie, komunikasi yang terbangun dengan baik bersama pemerintah daerah menjadi bagian penting dari ekosistem bisnis perseroan, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di NTT.

Dengan terbentuknya jajaran Dewan Komisaris yang baru, Bank NTT dihadapkan pada tuntutan untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan koordinasi dengan pemegang saham, serta menjaga kinerja perusahaan secara berkelanjutan di tengah persaingan industri perbankan.

Penyusunan rencana kerja dan koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam waktu dekat akan menjadi langkah awal untuk memastikan fungsi pengawasan berjalan searah dengan kebutuhan perusahaan dan kepentingan pembangunan daerah.***

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Usai Dilantik, Komisaris Baru Bank NTT Bidik Penguatan Kinerja dan Pengawasan
  • Usai Dilantik, Komisaris Baru Bank NTT Bidik Penguatan Kinerja dan Pengawasan
  • Usai Dilantik, Komisaris Baru Bank NTT Bidik Penguatan Kinerja dan Pengawasan
  • Usai Dilantik, Komisaris Baru Bank NTT Bidik Penguatan Kinerja dan Pengawasan
  • Usai Dilantik, Komisaris Baru Bank NTT Bidik Penguatan Kinerja dan Pengawasan
  • Usai Dilantik, Komisaris Baru Bank NTT Bidik Penguatan Kinerja dan Pengawasan

Posting Komentar