Promex Diamond Kupang: Bisnis Properti Bisa Dimulai Tanpa Pengalaman
Proletar.id, Kupang - Promex Diamond Kupang membuka peluang bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bergabung sebagai agen properti, termasuk bagi mereka yang belum memiliki pengalaman di bidang pemasaran properti.
Direktur Promex Diamond Kupang, Elyana Wirawan, mengatakan Promex Diamond Kupang telah beroperasi selama sekitar dua tahun di Kota Kupang dan merupakan bagian dari jaringan Promex Indonesia dengan sistem franchise.
“Bisnis kita ini adalah membantu memasarkan properti, jual, beli, sewa,” kata Elyana saat diwawancarai awak media di sela-sela training di Hotel Naka, Sabtu, (19/09/2026).
Menurut Elyana, bisnis properti memiliki pasar yang luas karena kebutuhan terhadap tempat tinggal maupun tempat usaha terus ada. Masyarakat tidak hanya membutuhkan rumah, tetapi juga tanah, ruko, dan tempat usaha yang dapat dibeli maupun disewa.
“Semua orang butuh tempat tinggal. Mau beli tanah, mau beli rumah atau sewa, sewa ruko, sewa tempat usaha, itu semua pasti akan tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menyebut peluang bergabung sebagai agen Promex Diamond Kupang terbuka bagi berbagai kalangan. Tidak ada batasan usia maupun keharusan memiliki pengalaman khusus di bidang properti.
“Siapa saja bisa bergabung. Tidak ada batasan usia, tidak perlu skill apa pun. Yang penting punya kemampuan dan keinginan,” katanya.
Elyana mengatakan, sejumlah agen Promex Diamond Kupang juga tetap menjalankan pekerjaan lain sembari bergabung sebagai agen properti.
Bagi calon agen yang belum memiliki pengalaman, Promex menyediakan pelatihan agar mereka memahami proses pemasaran dan transaksi properti.
“Semua yang tidak punya pengalaman pun kita training supaya bisa, karena sangat gampang,” katanya.
Ia menjelaskan, pelatihan awal bagi agen baru dilakukan selama tiga hari. Setelah itu, agen tetap mendapatkan pembinaan dan pembaruan melalui berbagai materi training, termasuk pelatihan secara daring.
Elyana juga menyebut Promex Diamond Kupang saat ini memiliki jaringan agen dan klien dari berbagai daerah di NTT. Tidak hanya dari Kota Kupang, transaksi maupun permintaan properti datang dari Rote, Atambua, Flores hingga Ruteng.
Menurutnya, keberadaan agen properti juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berada di luar daerah ketika hendak membeli, menjual, menyewakan atau mengelola properti di Kota Kupang.
Ia mengaku pihaknya menerima sejumlah pemilik properti dari luar kota yang mempercayakan pengelolaan aset mereka kepada Promex.
“Kadang-kadang orang dari luar kota takut tertipu ketika belanja properti di Kota Kupang. Mereka menghubungi kita duluan atau titip jual rumah,” jelasnya.
Elyana menambahkan, kepercayaan tersebut juga muncul karena adanya pengalaman masyarakat yang pernah menitipkan rumah kepada pihak lain untuk disewakan atau dijual, tetapi kemudian properti tersebut dipasarkan dengan harga berbeda tanpa sepengetahuan pemilik.
Karena itu, menurut dia, profesionalisme agen menjadi penting dalam bisnis properti.
“Kita sebagai property agent yang profesional, mereka lebih percaya. Kunci rumah dititipkan, mereka suruh kita yang mengelola,” katanya.
Sementara itu, Andry Witjcaksono, COO Promex Indonesia mengatakan bisnis properti di Kota Kupang menunjukkan perkembangan yang pesat.
Menurut Andry, Promex Diamond Kupang menjadi salah satu kantor dalam jaringan Promex yang memiliki kinerja penjualan cukup besar.
“Promex Diamond Kupang ini adalah salah satu yang terbaik di jajaran Promex. Kita punya 38 kantor di seluruh Indonesia,” kata Andry.
Ia mengatakan, Promex Diamond Kupang saat ini memiliki cukup banyak listing atau properti yang dipasarkan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap tenaga marketing atau agen properti semakin besar.
“Inilah intinya kenapa dibuatkan acara ini. Intinya adalah untuk mereka yang ingin mendapatkan komisi yang besar,” ujarnya.
Andry berharap kegiatan treaning seperti itu dapat dilakukan lebih sering untuk membuka akses masyarakat terhadap peluang bisnis properti.
“Saya rasa acara-acara seperti ini lebih baik dilakukan supaya lebih sering, kalau bisa sebulan minimal dua kali,” katanya.
Ia menyebut bisnis properti menawarkan skema penghasilan berbasis komisi, sehingga besaran pendapatan agen bergantung pada keberhasilan transaksi yang dilakukan.
Andry mencontohkan, penghasilan agen yang berhasil menjalankan bisnis properti dapat mencapai Rp15 juta hingga Rp30 juta per bulan, tergantung pada hasil transaksi.
“Kalau bisa berhasil di bisnis properti, tingkatnya bisa Rp15 sampai Rp30 juta setiap bulan,” ujarnya.
Menurut Andry, calon agen tidak membutuhkan modal besar untuk memulai. Salah satu tahapan yang perlu dilakukan adalah mengikuti training yang disediakan.
Ia menyebut biaya mengikuti training sekitar Rp210 ribu hingga Rp220 ribu.
“Cukup ikut training saja. Training itu juga harganya tidak terlalu mahal, cuma Rp210 ribu. Jadi hanya dengan Rp220 ribu bisa dapat peluang itu,” pungkasnya.***

Posting Komentar