Gempa 6,1 Guncang SBD, 91 Bangunan Rusak, Status Tanggap Darurat Belum Ditetapkan
Proletar.id, Tambolaka - Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, hingga saat ini belum menetapkan status tanggap darurat pascagempa magnitudo 6,1 yang mengguncang pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Meski demikian, pemerintah daerah telah melakukan penanganan awal terhadap warga terdampak, termasuk menyalurkan bantuan kepada sejumlah keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, mengatakan penetapan status tanggap darurat masih menunggu hasil pendataan dan rapat bersama perangkat daerah.
“Data terus diperbarui. Teman-teman di desa masih melakukan pendataan melalui koordinator di setiap kecamatan,” Kata Rangga saat dihubungi wartawan, senin, 05/10/2026.
Menurut dia, pendataan sementara menunjukkan sebanyak 91 bangunan mengalami kerusakan. Diantaranya rumah warga serta sejumlah fasilitas umum, termasuk rumah ibadah dan sekolah.
Jumlah itu, kata Rangga, masih berpotensi bertambah karena proses pendataan di lapangan belum selesai.
Dari jumlah tersebut, terdapat tiga rumah yang mengalami kerusakan berat. Penghuni ketiga rumah tersebut untuk sementara diungsikan ke rumah tetangga karena kondisi bangunan dinilai cukup parah dan dikhawatirkan membahayakan jika terjadi gempa susulan,” ujar Rangga.
Sementara untuk untuk korban jiwa, lanjut Rangga, pemerintah daerah memastikan tidak terdapat korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Namun, seorang warga berusia sekitar 70 tahun meninggal dunia setelah mengalami syok akibat guncangan gempa.
“Korban langsung karena reruntuhan tidak ada, tapi karena efek gempa. Korban dibopong sama keluarga keluar rumah dan meninggal,” jelasnya.
Rangga mengatakan bantuan dari BNPB sebenarnya sudah tersedia, namun belum digunakan karena kondisi warga masih dapat ditangani oleh pemerintah daerah.
”Untuk memastikan kondisi di lapangan, BNPB akan datang dari Labuan Bajo bersama BPBD Provinsi NTT dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Pendataan dampak gempa juga masih terus dilakukan,”tutupnya.(Mel)

Posting Komentar