KOWANI Puji Langkah Pemkot Kupang, Program Pembalut Gratis Dinilai Bantu Siswi Kurang Mampu
![]() |
| Ket foto: Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto. Dok: Melki/Proletar.id |
Proletar.id, Kupang - Program pembagian pembalut gratis oleh Pemerintah Kota Kupang mendapat apresiasi dari Kongres Wanita Indonesia (KOWANI). Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk membantu siswi dari keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan menstruasi sekaligus mendukung mereka tetap bersekolah.
Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, mengatakan, perhatian pemerintah terhadap kebutuhan menstruasi anak perempuan merupakan bentuk perhatian yang berdampak langsung pada kehidupan dan pendidikan mereka.
Menurut Nannie, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi siswi untuk menjalani menstruasi dengan nyaman maupun mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Jangan sampai ada anak perempuan yang tidak bisa sekolah karena malu. Dengan adanya pembalut ini, mereka bisa lebih semangat untuk sekolah dan belajar,” ujar Nannie, Kamis (15/10/2026).
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kupang yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar perempuan, terutama anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Nannie mengaku sengaja datang ke Kota Kupang untuk menyaksikan langsung pelaksanaan program tersebut sekaligus mempelajari proses lahirnya kebijakan pembagian pembalut gratis.
“Luar biasa. Pak Wali Kota bersama ibu Wakil Wali Kota telah memberikan perhatian bagi perempuan sampai memberikan pembalut gratis,” katanya.
Bagi KOWANI, kata Nannie, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan menstruasi, tetapi juga menyangkut kenyamanan, kepercayaan diri, dan kesempatan anak perempuan untuk memperoleh pendidikan tanpa terkendala persoalan yang berkaitan dengan menstruasi.
Dirinya menilai, ketersediaan pembalut dapat membantu siswi menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Dengan demikian, mereka tidak perlu merasa malu atau kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan akses terhadap produk kebersihan menstruasi.
Ia menyebut, inisiatif Pemerintah Kota Kupang menjadi pengalaman yang menarik untuk dipelajari KOWANI. KOWANI ingin melihat bagaimana program tersebut dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain.
Menurutnya, perhatian terhadap perempuan perlu diperluas melalui kerja sama berbagai pihak agar semakin banyak perempuan, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, mendapatkan manfaat dari program yang menjawab kebutuhan mereka.
Nannie pun membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang untuk memperkuat upaya pemberdayaan dan kepedulian terhadap perempuan, termasuk melalui kegiatan yang dapat dilaksanakan di Jakarta.
“Insyaallah, kita akan banyak berkolaborasi. Di Jakarta juga banyak perempuan yang bisa kita pedulikan, sehingga program seperti ini bisa ditularkan ke kota-kota lain,” tegasnya.

Posting Komentar