Meredup di Rantau, Mahasiswa Biboki Kupang Pilih Jalan Konsolidasi
Proletar.id, Kupang - Atmosfer Aula STIMIK Kupang pada Senin, 26 Oktober 2026, mendadak riuh. Setelah beberapa tahun didera kevakuman dan aktivitasnya meredup, Persatuan Mahasiswa Biboki (PERMABI) Kupang akhirnya resmi memulai babak baru.
Pengurus periode 2026–2027 di bawah nakhoda Afrianto Alupan resmi dilantik untuk memulihkan kembali marwah organisasi mahasiswa asal perbatasan tersebut di tanah rantau.
Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Dewan Pembina PERMABI, Agus Kaesnube, menjadi penanda penting. Mengusung tema "Bangkit dan Bersatu: Menyalakan Kembali Semangat Mahasiswa Biboki", momentum ini bukan sekadar seremonial pergantian estafet kepemimpinan, melainkan sebuah ikhtiar politik organisasi untuk merajut kembali kebersamaan yang sempat renggang.
Dewan Pembina PERMABI, Agus Kaesnube, tidak menyembunyikan apresiasinya terhadap peran para senior yang setia mendampingi para anggota di masa-masa sulit.
Pendampingan itu, menurut Agus, menjadi jangkar utama hingga organisasi ini bisa kembali tegak berdiri.
Agus menitipkan pesan krusial kepada kepengurusan baru: konsolidasi total. Ia mendesak Afrianto dan jajarannya untuk merangkul seluruh mahasiswa asal Biboki di Kota Kupang tanpa sekat.
“PERMABI harus mampu menjadi rumah bersama yang terbuka bagi semua mahasiswa Biboki, tanpa memandang asal desa, kecamatan, kampus, maupun jurusan,” ujar Agus menegaskan pentingnya inklusivitas.
Tantangan itu dijawab lugas oleh Afrianto Alupan. Ketua PERMABI terpilih ini menegaskan bahwa kepengurusannya akan mengedepankan prinsip keterbukaan.
Alih-alih terjebak dalam romantisme masa lalu atau saling menyalahkan atas meredupnya organisasi, Afrianto memilih menjadikan masa vakum sebagai bahan otopsi dan evaluasi untuk melangkah ke depan.
"Ini bukan waktunya saling menyalahkan. Ini pelajaran berharga," kata Afrianto.
Ia menyerukan kepada seluruh mahasiswa Biboki yang selama ini memilih menjaga jarak untuk kembali merapat ke barisan.
Demi menghidupkan kembali roh organisasi, Afrianto berkomitmen mengaktifkan lagi tradisi intelektual melalui budaya diskusi dan pertemuan rutin.
Selain itu, program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan mahasiswa dan masyarakat Biboki akan menjadi prioritas, disokong oleh komunikasi intensif dengan alumni serta pemerintah daerah.
Langkah mula PERMABI ini mendapat suntikan angin segar dari organisasi induknya. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Utara (IMATTU), Ebi Naiheli, yang turut hadir dalam pelantikan, menegaskan komitmennya untuk pasang badan mendukung PERMABI.
Sebagai salah satu rayon di bawah payung IMATTU, relasi keduanya disebut Ebi tak bisa dipisahkan. IMATTU menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam berbagai agenda taktis ke depan.
Usai prosesi pelantikan, pengurus PERMABI Kupang yang baru menyatakan siap langsung tancap gas mengeksekusi program kerja.
Mereka menegaskan pintu kolaborasi kini terbuka lebar-baik bagi organisasi kedaerahan lain, jejaring alumni, maupun pemerintah—demi memastikan roda organisasi tidak kembali mogok di tengah jalan.***

Posting Komentar