NTT Dorong Integrasi Teknologi Udara dan Data GIS, Percepat Pemulihan Pasca-Gempa M 7,7 Flores

Suasana Rapat Awal Koordinasi Pengumpulan dan Konsolidasi Data Sektoral dan Kewilayahan di Hotel Harper, Kupang pada Kamis 3 September 2026. (Foto: RLS-MVM/ST)


KUPANG — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) melangkah cepat untuk memutus rantai keterlambatan penanganan pascabencana gempa bumi Magnitudo 7,7 yang menguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.

Guna menghindari distorsi data di lapangan akibat pembersihan puing bangunan mandiri oleh warga, BAPPERIDA Provinsi NTT bersama BPBD NTT dan Program Kemitraan SIAP SIAGA menggelar rapat koordinasi konsolidasi data berbasis geospasial (GIS) di Kupang, Kamis (3/9/2026).

Langkah ini menggabungkan pendataan darat dan teknologi pemetaan udara (drone) untuk mengejar batas waktu birokrasi penyusunan dokumen perencanaan pemulihan selama 90 hari sesuai standar regulasi BNPB.

Dampak Gempa M 7,7 Flores: Kerugian Ditaksir Rp2,59 Triliun

Bencana gempa bumi berdampak masif di 7 kabupaten di Pulau Flores dengan rincian dampak sebagai berikut:

  • Korban Jiwa & Pengungsi: 129 orang meninggal dunia, 1.210 orang luka-luka, dan 87.000 jiwa mengungsi.
  • Kerusakan Permukiman: 99.398 unit rumah warga mengalami kerusakan.
  • Fasilitas Umum: 3.886 prasarana strategis rusak (2.633 sarana pendidikan, 653 fasilitas kesehatan, dan 600 tempat ibadah).
  • Kebutuhan Anggaran: Total estimasi rehabilitasi dan rekonstruksi mencapai Rp2,59 triliun.


Akses Dana APBN dan Bantuan Rumah Kategori B3S2

Plt. Kepala BAPPERIDA NTT, Teresia M. Florensia, menekankan bahwa momentum rekonstruksi ini tidak sekadar memperbaiki kerusakan, melainkan membangun kembali wilayah secara terintegrasi berdasarkan prinsip Build Back Better, Safer and Sustainable (B3S2).

Sementara itu, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan BAPPERIDA NTT, Yohanes Paut, menjelaskan bahwa basis data yang valid (readiness criteria) menjadi syarat mutlak untuk mengakses dana APBN pusat, mengingat keterbatasan anggaran APBD NTT.

Skema Bantuan Stimulan Rumah dari Pusat:

  • Rusak Ringan: Rp15 juta
  • Rusak Sedang: Rp30 juta
  • Rusak Berat: Rp70 juta


Tantangan Konektivitas dan Penanganan Darurat di Lapangan

Meski jalur transportasi nasional Trans-Flores telah fungsional 100% sejak H+2 pasca-gempa, Pemprov NTT masih dihadapkan pada kerusakan berat pada infrastruktur sekunder.

Salah satu poin kritis adalah penghentian sementara operasional Pelabuhan Marapokot di Nagekeo serta penanganan darurat terhadap kontaminasi air payau di Pulau Palue. Untuk mempercepat proses pemetaan wilayah terdampak, tim teknis pemerintah menggandeng jejaring kemanusiaan dan akademisi seperti HOT Indonesia, APDI, serta Pusat Studi Bencana UGM

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • NTT Dorong Integrasi Teknologi Udara dan Data GIS, Percepat Pemulihan Pasca-Gempa M 7,7 Flores
  • NTT Dorong Integrasi Teknologi Udara dan Data GIS, Percepat Pemulihan Pasca-Gempa M 7,7 Flores
  • NTT Dorong Integrasi Teknologi Udara dan Data GIS, Percepat Pemulihan Pasca-Gempa M 7,7 Flores
  • NTT Dorong Integrasi Teknologi Udara dan Data GIS, Percepat Pemulihan Pasca-Gempa M 7,7 Flores
  • NTT Dorong Integrasi Teknologi Udara dan Data GIS, Percepat Pemulihan Pasca-Gempa M 7,7 Flores
  • NTT Dorong Integrasi Teknologi Udara dan Data GIS, Percepat Pemulihan Pasca-Gempa M 7,7 Flores

Posting Komentar